Pengaruh Penggunaan E-Modul Dalam Pembelajaran IPA Materi Energi Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Dan Minat Belajar Siswa Kelas 4 SD
Main Article Content
Abstract
Penelitian ini diadakan untuk menilai pengaruh penggunaan e-modul dalam kegiatan pembelajaran IPA materi perubahan energi terhadap kemampuan berpikir kritis dan minat belajar siswa kelas IV SD. Pendekatan kuantitatif dengan rancangan quasi-experimental diterapkan dalam penelitian ini. tipe pre-test and post-test non-equivalent control group. Subjek penyelidikan adalah anak didik kelas IV SDN Polehan 2 Kota Malang, tahun ajaran 2025/2026 yang terdiri atas dua kelas paralel, masing-masing 24 siswa; kelas 4A sebagai kelas eksperimen yang belajar memakai e-modul, dan kelas 4B sebagai kelas kontrol yang belajar dengan bahan ajar konvensional. Data kemampuan berpikir kritis dikumpulkan melalui tes pre-test dan post-test, sedangkan minat belajar diukur menggunakan angket. Seluruh instrumen telah melalui uji validitas isi dengan Aiken’s V dan uji reliabilitas dengan serta Percentage of Agreement yang menunjukkan kategori sangat tinggi. Analisis data mencakup uji normalitas Shapiro–Wilk, uji homogenitas Levene, dan uji Independent Samples t-test. Samples T-Test, serta uji korelasi Spearman. Penelitian ini membuktikan timbulnya perbedaan signifikan kemampuan berpikir kritis antara kelas eksperimen dan kelas kontrol, sehingga penggunaan e-modul IPA dinyatakan mampu memberikan peningkatan pada kemampuan berpikir kritis siswa. Namun, tidak terdapat perbedaan signifikan pada minat belajar. Ditemukan hubungan yang signifikan antara penggunaan e-modul dengan kemampuan berpikir kritis maupun minat belajar. Dengan demikian, e-modul direkomendasikan sebagai media yang efektif untuk menguatkan kemampuan berpikir kritis dalam pembelajaran IPA di sekolah dasar, dan perlu dipadukan dengan strategi pembelajaran lain yang lebih spesifik menumbuhkan minat belajar siswa.