https://jurnalrinjanipendidikan.com/index.php/JR-PGSD/issue/feedJurnal Rinjani Pendidikan Guru Sekolah Dasar (JR-PGSD)2026-10-30T21:06:21+07:00Kartini, M.Pdkartinismk4@gmail.comOpen Journal Systems<table width="592"> <tbody> <tr> <td width="410"> <p><strong>JRP: Jurnal Rinjani Pendidikan</strong></p> <p>JRP adalah jurnal pendidikan yang mempublikasikan artikel-artikel ilmiah yang terakriditasi pada bidang pendidikan yang diterbitkan oleh lembale Bale Riset Rinjani. Jurnal ini menerbitkan artikel enam kali setahun yaitu: Februari, April, Juni, Agustus, Oktober dan Desember. Semua Artikel yang dipublikasikan di Jurnal Rinjani Pendidikan bersifat terbuka.</p> </td> </tr> </tbody> </table>https://jurnalrinjanipendidikan.com/index.php/JR-PGSD/article/view/192Penerapan Model Picture And Picture Untuk Meningkatkan Keterampilan Menulis Karangan Narasi Pada Siswa Kelas V SD Negri 2 Mumbul Sari2026-10-13T12:12:09+07:00Amiratul Uyunmiratuluyun058@gmail.comRusman Hadirusmanhadi89@gmail.com<p>Melalui penggunaan paradigma pembelajaran Picture and picture, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan menulis naratif siswa kelas lima SD Negeri 2 Mumbul Sari, dengan penekanan pada penguatan kemampuan menciptakan alur cerita, menghasilkan paragraf, dan menggunakan bahasa tulis. Selain itu, studi tindakan kelas ini membantu siswa memahami lebih jelas melalui isyarat visual, meningkatkan motivasi dan aktivitas belajar, serta memberikan metode pengajaran baru dan inovatif kepada guru. Sebanyak 25 siswa berpartisipasi dalam penelitian ini, yang dilakukan dalam dua siklus termasuk fase persiapan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Tingkat penyelesaian pembelajaran, yang awalnya hanya 24% pada siklus pra-pembelajaran, meningkat menjadi 44% pada siklus I, dan mencapai 96% pada siklus II, menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam kemampuan menulis naratif. Peningkatan ini menunjukkan efektivitas pendekatan Picture and picture dalam membantu siswa memahami struktur naratif, mengembangkan ide secara terfokus, dan menghasilkan tulisan yang lebih kohesif.</p>2026-10-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Rinjani Pendidikan Guru Sekolah Dasar (JR-PGSD)https://jurnalrinjanipendidikan.com/index.php/JR-PGSD/article/view/196Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Agama Islam Melalui Metode Snowball Throwing di Kelas VI SDN 1 Akar-Akar Tahun Ajaran 2025/20262026-10-25T05:51:37+07:00Ifan Pranataatha58546@gmail.comRusman Hadirusmanhadi89@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Pendidikan Agama Islam (PAI) melalui penerapan metode pembelajaran kooperatif Snowball Throwing pada siswa kelas VI SDN 1 Akar-Akar tahun ajaran 2025/2026. Penelitian menggunakan desain Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam tiga siklus, dengan setiap siklus meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 25 siswa. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara dengan guru dan siswa, serta penilaian hasil belajar. Data dianalisis secara deskriptif dengan membandingkan jumlah dan persentase siswa yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) sebesar 60 pada setiap tahap. Pada pra-siklus, 5 siswa (20%) mencapai KKM. Jumlah tersebut meningkat menjadi 8 siswa (32%) pada siklus I, 15 siswa (60%) pada siklus II, dan 23 siswa (92%) pada siklus III. Dengan demikian, jumlah siswa yang tuntas meningkat sebanyak 18 siswa, dari 20% pada pra-siklus menjadi 92% pada akhir tindakan. Hasil observasi juga menunjukkan kecenderungan meningkatnya keterlibatan siswa dalam kegiatan menyusun pertanyaan, menjawab, dan berdiskusi. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan Snowball Throwing dapat menjadi alternatif untuk mendukung peningkatan hasil belajar dan partisipasi siswa dalam pembelajaran PAI. Dua siswa (8%) yang belum mencapai KKM pada siklus III tetap memerlukan pendampingan dan tindak lanjut pembelajaran.</p>2026-10-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Rinjani Pendidikan Guru Sekolah Dasar (JR-PGSD)https://jurnalrinjanipendidikan.com/index.php/JR-PGSD/article/view/193Penggunaan Media Konkrit (Benda Manipulatif) Untuk Meningkatkan Pemahaman Konsep Perkalian Pada Siswa Kelas II SDN 1 Mumbul Sari2026-10-13T12:22:17+07:00Ayda Kusnia Watiaida300806@gmail.comRusman Hadirusmanhadi89@gmail.com<p>Dengan menggunakan media konkret (objek manipulatif) sebagai alat, penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman prinsip perkalian di kalangan siswa kelas dua di SDN 1 Mumbul Sari. Media konkret digunakan karena siswa kelas bawah masih dalam tahap operasional konkret, sehingga pembelajaran matematika abstrak perlu diajarkan melalui pengalaman langsung. Pendekatan PTK, yang diimplementasikan dalam dua siklus, digunakan dalam penelitian ini. Dua puluh lima siswa kelas dua menjadi partisipan penelitian. Data dikumpulkan melalui observasi, tes hasil belajar, dan dokumentasi. Temuan penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam pemahaman siswa terhadap konsep perkalian. Kelengkapan pembelajaran hanya mencapai 44% pada pra-siklus, 72% pada siklus I, dan 88% pada siklus II. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa media konkret memiliki dampak yang bermanfaat dan berhasil terhadap pemahaman siswa sekolah dasar tentang konsep perkalian.</p>2026-10-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Rinjani Pendidikan Guru Sekolah Dasar (JR-PGSD)https://jurnalrinjanipendidikan.com/index.php/JR-PGSD/article/view/197Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Materi Interaksi Sosial melalui Metode Diskusi Kelompok Pada Siswa Kelas IV SDN 3 Loloan2026-10-25T06:02:25+07:00Vina Pilianivinafiliany@gmail.comRusman Hadirusmanhadi89@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar Ilmu Pengetahuan Alam dan Sosial (IPAS) pada materi interaksi sosial melalui metode diskusi kelompok pada siswa kelas IV SDN 3 Loloan. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 21 siswa. Teknik pengumpulan data meliputi tes hasil belajar, observasi, dan dokumentasi, sedangkan data dianalisis secara deskriptif kuantitatif berdasarkan persentase ketuntasan belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tahap prasiklus, hanya 2 siswa (9,52%) yang mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), sedangkan 19 siswa (90,48%) belum mencapai KKM. Pada siklus I, jumlah siswa yang mencapai KKM meningkat menjadi 10 siswa (47,62%), sedangkan pada siklus II meningkat menjadi 18 siswa (85,71%). Dengan demikian, persentase ketuntasan belajar meningkat sebesar 76,19 poin persentase dari prasiklus hingga siklus II. Hasil tersebut menunjukkan bahwa penerapan metode diskusi kelompok dapat menjadi alternatif untuk meningkatkan hasil belajar IPAS pada materi interaksi sosial. Penerapan metode ini memberikan kesempatan kepada siswa untuk bertukar pendapat, bekerja sama, dan membangun pemahaman melalui interaksi dengan teman sebaya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa metode diskusi kelompok dapat digunakan untuk meningkatkan ketuntasan hasil belajar IPAS siswa kelas IV SDN 3 Loloan.</p>2026-10-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Rinjani Pendidikan Guru Sekolah Dasar (JR-PGSD)https://jurnalrinjanipendidikan.com/index.php/JR-PGSD/article/view/195Penerapan Metode Diskusi Kelompok Untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Materi Interaksi Sosial Pada Siswa Kelas VI SDN 3 Loloan2026-10-25T05:47:11+07:00Jumani Jumanianijumani31@gmail.comRusman Hadirusmanhadi89@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan hasil belajar IPAS pada materi interaksi sosial melalui penerapan metode diskusi kelompok pada siswa kelas VI SDN 3 Loloan. Penelitian menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) dengan model Kemmis dan McTaggart yang meliputi perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 18 siswa, terdiri atas 11 siswa laki-laki dan 7 siswa perempuan. Data dikumpulkan melalui tes hasil belajar, observasi, dan wawancara. Pada kondisi awal, 5 siswa (27,78%) mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM), sedangkan 13 siswa (72,22%) belum mencapai KKM. Catatan hasil tindakan dalam naskah menunjukkan jumlah siswa tuntas meningkat menjadi 7 siswa pada Siklus I, 11 siswa pada Siklus II, dan 17 siswa pada Siklus III. Dengan demikian, ketuntasan meningkat dari 27,78% pada kondisi awal menjadi 94,44% pada Siklus III. Temuan ini menunjukkan bahwa diskusi kelompok berpotensi mendukung peningkatan hasil belajar melalui keterlibatan aktif, pertukaran gagasan, dan kerja sama antarsiswa. Namun, data observasi motivasi dan aktivitas yang belum disertai instrumen serta rekapitulasi rinci tidak digunakan sebagai ukuran kuantitatif dalam simpulan.</p>2026-10-30T00:00:00+07:00Copyright (c) 2026 Jurnal Rinjani Pendidikan Guru Sekolah Dasar (JR-PGSD)